Delegasi BEM Stikes Muhammadiyah Bojonegoro ikut serta dalam kegiatan RAKORNAS BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia

Delegasi BEM STIKes Muhammadiyah Bojonegoro turut serta dalam kegiatan RAKORNAS BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia di graha Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada tanggal 26-28 Mei 2023.
kegiatan tersebut merupakan salah satu forum silaturahmi dan laporan perkembangan selama setengah periode kepengurusan inti BEM PTMI dengan mengangkat tema “Penguatan Peran dan Kontribusi BEM PTMI dalam Potensi Mahasiswa serta Pembangunan Bangsa yang Berkelanjutan”. Rakornas ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia yang terbagi menjadi 7 zona. STIKes Muhammadiyah Bojonegoro sendiri yang tergabung dalam zona 5 turut mendelegasikan Ketua dan koordinator kementerian Agama dalam kegiatan tersebut.

Acara Rakornas dimulai dengan pembukaan di auditorium KH. Ahmad Dahlan UMSIDA kemudian dilanjut menuju villa graha UMSIDA yang berada di Trawas Mojokerto. Kegiatan yang ada dalam Rakornas tersebut meliputi sidang pleno dan rapat evaluasi program setengah periode serta strategi pengangkatan isu yang ada di masyarakat
Ketua BEM STIKes Muhammadiyah Bojonegoro Dewi Wulan Sari menyampaikan “ini merupakan kegiatan nasional pertama yang kami lakukan selama setengah periode, kami dapat belajar banyak hal dari BEM perguruanan tinggi Muhammadiyah seluruh Indonesia, salah satunya terkait program kerja yang ada dalam masing masing PTM”

Penulis : Ucik Nurul Hidayati

Silaturahim Syawalan sebagai upaya menjaga ikatan kekeluargaan seluruh Civitas Stikes Muhammadiyah Bojonegoro

Stikes Muhammadiyah Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan silaturahim syawalan yang diikuti seluruh Civitas Akademika pada hari ini Selasa, tanggal 02 Mei 2023. Acara ini dilaksanakan di Masjid Al-Abror kampus B.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, Ns. Sudalhar, M.Kep. Beliau mengingatkan bahwa acara silaturahim syawalan sama halnya dengan acara Halal Bihalal, seperti halnya yang dilaksanakan oleh warga muhammadiyah pada tempo dulu. Tidak lupa ketua menginghatkan bahwa dihari ini bertepatan juga dengan hari pendidikan nasional, dimana pendidikan termasuk hal penting yang harus ditingkatkan dalam menghadapi era 5.O ini dimana semua dapat dikerjakan oleh AI atau kecerdasan buatan.
Kita berharap semua generasi muda dapat memanfaatkan teknologi dan tidak menjadi korban perkembangan teknologi. Terang Sudalhar

Dilanjutkan dengan sambutan dari BPH Stikes Muhammadiyah Bojonegoro yang diwakili oleh Bendahara BPH Bapak Imam Waluyo, S.Ag, MA. Apresiasi kami sampaikan bahwa ikatan keluarga pada sesama civitas akademika sangat baik dan harus dipertahankan. Beliau juga menyampaikan kesannya tentang perkembangan Stikes Muhammadiyah Bojonegoro yang semakin berkembang dan berkemajuan menuju lebih baik.

Setelah acara silaturahim syawalan selesai dilanjutkan dengan Peresmian Sekretariat Organisasi Mahasiswa Stikes Maboro yang baru, dilakukan oleh Bendahara BPH, Ketua Stikes Maboro dan didampingi Ketua Ormawa Stikes Maboro meliputi BEM, PK IMM, UKM dan HIMA.

HIMPUNAN MAHASISWA GIZI STIKES MUHAMMADIYAH BOJONEGORO SELENGGARAKAN DIKLAT LAPANGAN

Rabu, 03 Maret 2023, Himpunan Mahasiswa Gizi atau HIMAGI Stikes Muhammadiyah Bojonegoro menyelenggarakan diklat lapangan untuk anggota periode 2023/2024. Diklat ini dilaksanakan di Wana Tirta Dander, Kec. Dander, Kab. Bojonegoro. Kegiatan berjalan dengan lancar sampai selesai.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa tamu penting untuk memaparkan materi kepada teman-teman anggota HIMAGI periode 2023/2024. Dhio Brian Alfreda, pemateri yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang yang memaparkan materi tentang “Keorganisasiaan”. Selanjutnya ada pemateri yang berasal dari Civitas Akademika Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, yaitu Bapak Arga Tirta Rianto, S.Kes yang memaparkan materi tentang “Pengelolaan Administrasi dalam Berorganisasi”. Adapula satu pemateri yang tidak bisa hadir dilokasi, tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk acara. Beliau adalah Muhammad Tegar yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, materi yang disampaikan adalah “Pembentukan Karakter dalam Berorganisasi”.

Sevty Nur, selaku ketua pelaksana menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada anggota baru HIMAGI tentang keorganisasian serta pembentukan karakter dalam organisasi. Oleh karena itu, kegiatan mengundang beberapa pemateri.

Dhio Brian Alfreda salah satu pemateri yang memaparkan tentang “Keorganisasian”. Beliau menjelaskan bahwa mengikuti organisasi bukanlah suatu hal yang menghambat proses akademik selama kita dapat membagi waktu dan memprioritas apa yang perlu diprioritas maka organisasi bukanlah penghalang untuk proses akademik selama perkuliahan.

Bapak Arga Tirta Rianto, S.Kes, pemateri selanjutnya yang memaparkan tentang “Pengelolaan Administrasi dalam Berogranisasi”. Beliau menjelaskan bahwa penting melakukan administrasi dalam beroganisasi. Hal ini dikarenakan perlunya penyimpanan arsip dalam organisasi, dengan adanya pengelolaan ini akan mempermudahkan dalam menemukan arsip yang hendak dicari.

Pemateri selanjutnya, Muhammad Tegar memaparkan tentang “Pembentukan Karakter dalam Berorganisasi”, beliau menyampaikan bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Maka dari itu, dalam berorganisasi pentingnya memahami karakter pribadi masing-masing agar kita sebagai anggota dapat memposisikan diri disetiap keadaan dalam organisasi.

(Aulia Arwa Almasah)

Stikes Maboro ikut serta dalam mensukseskan Rakerwil Lazismu Jawa Timur di Bojonegoro

Bojonegoro menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Jawa Timur tahun 2023 yang bertemakan “Akselerasi dan Transformasi Menuju Lazismu yang Unggul Berkemajuan”. Rakerwil tersebut dilaksanakan di Hotel Bonero Kec. Kalitidu Kab. Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut diberikan juga penyaluran bantuan beasiswa kepada mahasiswa, bantuan kepada UMKM dan lain sebagainya.

Mahasiswa Stikes Muhammadiyah Bojonegoro berkesempatan untuk ikut serta mensukseskan acara Rakerwil Lazismu tersebut. Martha Nurkhofifah yang merupakan mahasiswa Stikes Maboro prodi S1 Administrasi Rumah Sakit dipilih untuk menjadi MC (Pembawa Acara) dalam pembukaan Rakerwil tersebut.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Stikes Maboro lainnya yang tergabung dalam UKM Maharesigana (Mahasiswa Relawan Siaga Bencana) yakni Dewi Wulan Sari dan Juaneta dipercaya untuk menyampaikan dan mempraktikkan materi Safety Brefing didalam gedung, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi tamu undangan yang hadir.

Lazismu memberikan beasiswa Sang Surya kepada tiga Kampus Muhammadiyah di Bojonegoro, salah satunya diberikan kepada Stikes Maboro. Stikes Maboro menerima 15 beasiswa yang dapat disalurkan kepada mahasiswanya. Dengan adanya bantuan beasiswa ini, akan sangat bermanfaat sekali khususnya bagi mahasiswa Stikes Maboro.

Protein Hewani Cegah Stunting, Peringatan Hari Gizi Nasional yang ke-63

Foto bersama kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional ke-63

Himpunan Mahasiswa Gizi STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Gizi dalama rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang ke-63. Kegiatan mengambil tema “Protein Hewani Cegah Stunting” ini dilaksanakan di SDN Ngrowo II Bojonogoro, Desa Ngrowo, Kec. Bojonegoro, Kab. Bojonegoro pada hari Sabtu, 04 Februari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4 sampai kelas 5 SD dengan jumlah 69 siswa.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Penyebab terjadinya stunting salah satunya adalah pola makan yang tidak sehat, seperti halnya kekurangan protein hewani dalam tubuh bisa mengakibatkan terjadinya stunting.

Aulia Arwa Almasah Perwakilan Himpunan Mahasiswa Gizi STIKES Maboro menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada siswa SD bahwasanya pentingnya mengonsumsi protein hewani. Aulia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah mengizinkan atas pelaksanaan kegiatan ini.

Rina Hidayatin Ningtias dari salah satu Mahasiswa Gizi STIKES Maboro yang didapuk sebagai Narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan Materi tentang Pencegahan Stunting dengan Konsumsi Protein Hewani. Beliau menjelaskan beberapa hal antara lain pengertian stunting dan protein hewani hingga gejala dan dampak dari stunting.

Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar sampai selesai. Di akhir acara membagikan hadiah kepada siswa yang aktif dan berprestasi. Semoga materi yang disampaikan dapat diterima, dipahami, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar tercegah dari stunting.

(Aulia A.A)

Teamwork Building Stikes Maboro

Teamwork Building merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan interaksi dan hubungan sosial dalam suatu tim. Dalam mencapai tujuan bersama, perlu melakukan kolaborasi dan menyamakan persepsi dalam tim demi kemajuan organisasi.

Stikes Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan Teamwork Building pada hari selasa, 08 November 2022 di New River Moon Klaten. Dalam kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Stikes, Kaprodi S1 Administrasi Rumah Sakit, Kaprodi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan dan Kaprodi S1 Gizi beserta seluruh Dosen dan Karyawan Stikes Maboro. kemudian diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membangun Kerjasama dan kekompakan tim.

Teamwork Building dilakukan mulai dari berangkat menuju lokasi yakni New River Moon Klaten. Setelah sampai dilokasi, Teamwork Building Stikes Maboro disambut oleh Tim Outbond River Moon Klaten yang sudah siap untuk memandu kegiatan Teamwork Building Stikes Maboro disana.

Kegiatan diawali dengan outbond dimana dalam kegiatan outbond tersebut diwarnai dengan kegiatan melatih konsentrasi, kekompakan dan kerjasama antar anggota sehingga dapat terbentuk kebersamaan dan tim yang solid. Outbond dilakukan diatas panas terik matahari untuk menambah semangat para peserta Teamwork Building Stikes Maboro. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Rafting menyusuri river moon dengan melewati berbagai batu-batuan besar yang berada disungai. Kali ini para peserta dihadapkan dengan berbagai rintangan dan tantangan dengan adanya batu-batuan yang menghalangi dan arus sungai yang cukup deras. Dibutuhkan kekompakan dan Kerjasama antara satu dengan yang lain agar tidak terjebak diantara bebatuan. Setelah selesai rafting di River Moon membuat para peserta memiliki kegembiraan tersendiri karena telah berhasil menaklukkan berbagai rintangan di River Moon. Kemudian dilanjutkan dengan bersih diri dan makan Bersama sebelum akhirnya bertolak Kembali ke Bojonegoro.

Ketua Stikes Maboro menyampaikan dengan diadakannya kegiatan Teamwork Building ini diharapkan dapat meningkatkan semangat, kekompakan, dan kerjasama tim dilingkungan kerja Stikes Maboro. Karena setelah Akreditasi Prodi D3 Perekam dan Informasi kesehatan selesai. Tim dosen dan karyawan yang tergabung dalam Tim Akreditasi akan menghadapi Akreditasi prodi S1 Administrasi Rumah Sakit. Terang Sudalhar

Pertama Kali dalam Sejarah, Muktamar ke-48 Digelar secara Hybrid

SURAKARTA—Muhammadiyah-‘Aisyiyah pada Sabtu (05/11) resmi menyelenggarakan Sidang Pleno I Muktamar ke-48 di Surakarta. Satu hal yang unik dari pelaksanaan Muktamar periode ini adalah dilakukan secara hybrid atau kombinasi online dan offline. Menurut Haedar Nashir, Muhammadiyah telah berpengalaman dalam menyelenggarakan sidang secara hybrid ini.

“Hari ini kita melakukan persidangan secara hybrid, maka insyaAllah kita sudah beradaptasi dengan ini, pembahasan dan persidangan akan berjalan lancar. Kalau pun ada kesulitan, kita akan mengatasinya dengan baik,” ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah ini dalam acara pembukaan Sidang Pleno I

Haedar mengatakan bahwa prosesi Muktamar secara hybrid merupakan tonggak baru bagi Persyarikatan. Meski demikian, ia turut mengingatkan agar Sidang Pleno I ini mesti dikawal, bermarwah utama, memberikan uswatun hasanah, dan bermanfaat bagi semesta kehidupan.

Dalam Sidang Pleno I ini, Agus Taufiqurrahman bertindak sebagai pimpinan sidang. Kegiatan dalam sidang ini hanya mendengarkan tanggapan dari peserta Muktamar atas materi Muktamar yang telah disiapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Adapun isi dari materi Muktamar ini meliputi laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2022, program Muhammadiyah 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan, dan Isu-isu Strategis Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan pengantar umum sebelum sidang berlangsung. Menurutnya, Muktamar secara hybrid ini merupakan pertama kali dalam sejarah Muhammadiyah. Hal ini merupakan wujud dari paham Islam Berkemajuan yang senantiasa fleksibel dan dinamis dalam merespon perubahan zaman.

“Ini merupakan pertama kali dalam sejarah Muhammadiyah, kita laksanakan sidang secara hybrid, yaitu online dan offline. Ada ratusan titik lokasi persidangan di seluruh Indonesia, semoga segalanya berjalan lancar,” ucap Mu’ti.

Sidang Pleno I Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Agendakan Pembahasan Program Muktamar hingga Isu Strategis

Setelah mengalami penundaan selama dua tahun akibat pandemi, Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 akan berlangsung pada November 2022 ini. Dalam keputusan Sidang Tanwir, ungkap Abdul Mukti selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Muktamar Muhammadiyah ke-48 diselenggarakan dalam dua termin atau dua tahap. Tahap pertama, pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah secara online pada 5-6 November 2022; Muktamar Muhammadiyah pada 5 November, sementara Muktamar ‘Aisyiyah pada 6 November. Adapun Tahap Kedua, Muktamar secara offline yang akan berlangsung pada 19-20 November 2022.

Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si, Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, menjelaskan, bahwa Sidang Pleno pertama Muktamar Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Muktamar. “Muktamar bukan hanya 19-20 November 2022, tetapi juga Sidang Pleno 6 November 2022 yang mengagendakan sesi tanggapan dari materi muktamar,” Tri menekankan.

Menurut Abdul Mukti, penyelenggaraan muktamar secara online dan offline ini baru pertama dilakukan PP Muhammadiyah maupun PP ‘Aisyiyah. Di luar situasi pandemi, imbuh Abdul Mukti, muktamar biasanya diselenggarakan empat hari. Namun mempertimbangkan bahwa Indonesia masih dalam suasana pandemi Covid-19 maka Muktamar dilaksanakan dalam dua tahap, satu hari online dan dua hari offline. Ia menambahkan, Muhammadiyah menghindari kerumunan jumlah besar dalam waktu lama. “Pandemic ini baru melandai dan belum usai maka jangan abai. Oleh karena itu, muktamar akan diusahakan memenuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Abdul Mukti yang juga Ketua Steering Committee Muktamar Muhammadiyah ini menjelaskan, bahwa Sidang Pleno Muktamar mempunyai satu agenda utama, yakni mendengarkan tanggapan dari anggota Muktamar atas materi muktamar yang telah disiapkan oleh PP Muhammadiyah. Adapun materi Muktamar Muhammadiyah terdiri atas Laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2022, Program Muhammadiyah Periode 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan, dan Isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang telah dikirim ke peserta muktamar.

Demikian pula ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, Sekretaris PP ‘Aisyiyah, menjelaskan bahwa agenda Sidang Pleno Muktamar ‘Aisyiyah pada 6 November memiliki agenda Laporan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah 2015-2022, Program ‘Aisyiyah Periode 2022-2027, Risalah Perempuan Berkemajuan, dan Isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal yang telah dikirim ke peserta muktamar dalam bentuk soft file dan telah diterima untuk kemudian dimintai tanggapannya.

Nantinya, imbuh Mukti, penyampaian tanggapan atas materi muktamar ini akan disampaikan melalui perwakilan pimpinan wilayah dari 34 Provinsi. Jumlah peserta sidang pleno Muktamar Muhammadiyah sebanyak 2769 peserta yang mengikuti dari 163 lokasi di 34 provinsi.
Peserta Sidang Pleno pertama Muktamar ‘Aisyiyah, Tri menjelaskan, berjumlah 1978 yang akan mengikuti dari 208 lokasi di 34 provinsi. Kepesertaan Muktamar, papar Mukti, dibagi dalam 3 kategori, pertama, anggota Muktamar yang memiliki hak bicara dan hak suara; kedua, peserta muktamar yang memiliki hak bicara tetapi tidak memiliki hak suara; dan ketiga, peninjau.

Dalam Muktamar, Muhammadiyah-‘Aisyiyah akan membahas isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Mukti menyampaikan, terkait dengan isu keumatan, terdapat enam isu, 1) Rezimentasi agama atau standarisasi pemahaman agama oleh pemerintah termasuk tata cara ubudiyah, 2) Kesalehan digital, 3) Persaudaraan antar sesama muslim/ukhuwah Islamiyah, 4) Penguatan tata kelola akuntabilitas filantropi Islam, 5) Otentisitas wasathiyah Islam atau Moderasi, 6) Cara bagaimana agama mencerahkan.

Adapun Isu Kebangsaan meliputi 9 isu, 1) Usaha dalam memperkuat ketahanan keluarga, 2) Reformasi sistem pemilu, 3) Suksesi kepemimpinan 2024, 4) Evaluasi deradikalisasi yang sering disalahgunakan, 5) Memperkuat keadilan hukum, 6) Penataan ruang publik yang inklusif dan adil, 7) Memperkuat regulasi sistem resiliensi bencana, 8) Antisipasi aging population (usia manula), 9) Memperkuat integritas nasional.

Terdapat empat Isu Kemanusiaan yang menjadi isu strategis adalah 1) Membangun tata dunia yang damai berkeadilan, 2) Sosial regulasi dampak perubahan iklim, 3) Mengatasi kesenjangan antar negara, 4) Menguatnya xenophobia termasuk Islamophobia.
‘Aisyiyah, Tri mengungkapkan, juga akan membahas 10 isu strategis ‘Aisyiyah, yaitu: 1) Penguatan peran strategis umat Islam dalam mencerahkan bangsa, penguatan perdamaian dan persatuan bangsa, 2) Pemilihan umum yang berkeadaban menuju demokrasi substantif, 3) Optimalisasi pemanfaatan digital untuk atasi kesenjangan dan dakwah berkemajuan, 4) menguatkan literasi nasional, 5) ketahanan keluarga basis kemajuan peradaban bangsa dan kemanusiaan semesta, 6) penguatan kedaulatan pangan untuk pemerataan akses ekonomi, 7) penguatan mitigasi bencana dan dampak perubahan iklim untuk perempuan dan anak, 8) akses perlindungan bagi pekerja informal, 9) penurunan angka stunting.

Menurut Tri, isu strategis merupakan isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan harus segera direspons. Tri berharap, selain isu-isu ini menjadi focus ‘Aisyiyah juga harus direspons oleh pemerintah dan multi pihak. Sementara Mukti melihat, bahwa isu strategis selain bersifat aktual juga dalam kurun waktu ke depan akan terjadi. Ia mencontohkan, misalnya terkait dengan isu resiliensi terhadap bencana. Mukti melihat, selama jika bencana terjadi, kita punya komitmen tinggi untuk membantu, tetapi setelah bencana selesai, upaya juga selesai. Ia menyayangkan belum kuatnya resiliensi terhadap mitigasi bencana, “Mitigasi seharusnya bersifat jangka panjang, penyiapannya dari awal. Bukan grudak-gruduk, grubyak grubyuk, dan grusa grusu.”

Ihwal Pemilu 2024 yang Berkeadaban sebagai salah satu isu strategis Muktamar ‘Aisyiyah, ‘Aisyiyah berharap ungkap Tri, pemilihan umum akan berlangsung secara berkeadaban menuju demokrasi substantif bukan hanya demokrasi yang sifatnya procedural semata.
Muhammadiyah, jelas Mukti, juga perlu mengangkat secara khusus karena menjadi isu isu nasional yang melibatkan Muhammadiyah dan seluruh komponen bangsa. “Sekarang ini, kita belum pemilu tetapi masyarakat seperti sudah pemilu. Capre belum ada tetapi rasanya sudah ada capres. Kita harus belajar dari pengalaman Pemilu 2019 lalu yang berdampak pada pembelahan sosial secara serius. Ini harus bisa kita kurangi pada Pemilu 2024. Harapannya kita bisa menghasilkan wakil rakyat yang punya kapasitas dan kualitas. Demikian pula untuk kepemimpinan nasional,” tegasnya.

Saat ditanya tentang kepemimpinan mendatang di Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, Mukti menjelaskan bahwa semuanya kembali kepada muktamirin. Calon Ketua Umum Muhammadiyah ada 96, semuanya berpotensi untuk masuk dalam kepemimpinan 13, dan berpotensi menjadi Ketua Umum. Namun Mukti mengingatkan, “Di Muhammadiyah, kami mengembangkan kepemimpinan kolektif kolegial, jadi berbasis sistem bukan sinten (siapa-Red), dan secara kolektif akan memajukan Muhammadiyah di masa mendatang.”

Adapun ‘Aisyiyah, Tri menjelaskan, calon Ketua Umum ‘Aisyiyah berjumlah 105, kemudian akan dipilih 39 calon pada Tanwir ‘Aisyiyah, dan nantinya pada Muktamar akan dipilih 13 orang sebagai anggota Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Selanjutnya, tim formatur, akan memilih satu orang sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Kepemimpinan ‘Aisyiyah mendatang, terang Tri, menekankan pada kepemimpinan yang transformative, yaitu kepemimpinan yang dapat menggerakkan organisasi dan membawa perubahan.

Tim Media Muktamar 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Kaprodi Milenial, Dosen Penerima Hibah Penelitian APTIRMIKI

Penelitian merupakan suatu aktifitas yang akrab bagi seorang dosen. Dalam melakukan penelitian diperlukan dana untuk menunjang penelitian tersebut agar terlaksana dan dapat terselesaikan. Salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu menggunakan dana hibah penelitian. Dana hibah penelitian adalah pemberian dana kepada pihak lain untuk dapat melaksanakan penelitian.

Hibah Penelitian diadakan oleh APTIRMIKI (Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan peran dosen dalam melakukan penelitian di bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Pada hibah penelitian APTIRMIKI ini diawali dari pengajuan proposal pada tanggal 14 September 2022 yang selanjutnya dilakukan seleksi dan proposal direview oleh tim reviewer. Kemudian telah diputuskan 10 (sepuluh) judul proposal yang akan menerima dana hibah penelitian dari APTIRMIKI tahun 2022/2023.

Salah satu pengusul yang dinyatakan lolos yakni Tegar Wahyu Yudha P, S.ST, M.KM yang merupakan Ketua Program Studi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan Stikes Muhammadiyah Bojonegoro. Ka. Prodi yang juga menjadi Ketua Pengusul Hibah Penelitian ini menjadi salah satu pengusul yang dinyatakan lolos dan menerima hibah penelitian APTIRMIKI dengan judul “Sistem Informasi Manajemen Klinik H-Deeja Psychology Center Bojonegoro berbasis Web”. Penelitian ini merupakan penelitian kerjasama dengan salah satu Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang yakni Isnaini Qoriatul Fadhila, S.ST, M.K.M sebagai anggota.

Dengan adanya Hibah Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan peran dosen dalam melakukan penelitian dibidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, dan dapat dijadikan motivasi khususnya bagi Dosen Stikes Muhammadiyah Bojonegoro untuk dapat mengikuti jejak dari Ka. Prodi Milenial ini.