BIGBAM (Bincang Bareng Maboro) Dengan Tema “Tips Mendapatkan Beasiswa Sekolah Dalam dan Luar Negeri”

BIGBAM (Bincang Bareng Maboro) Dengan Tema “Tips Mendapatkan Beasiswa Sekolah Dalam dan Luar Negeri”
July 15, 2020 No Comments Akademik STIKES maboro

Stikes Muhammadiyah Bojonegoro Kembali mengadakan BIGBAM (Bincang Bareng Maboro) yang di laksanakan rutin setiap satu minggu sekali dengan Tema yang berbeda-beda inspiratif dan bermanfaat yang di selenggarakan Via aplikasi Zoom dan Streaming Youtube, kali ini pada hari selasa 14 Juli 2020  tema yang di angkat yaitu “Tips Mendapatkan Beasiswa Sekolah Dalam dan Luar Negeri”. Dalam acara ini di hadiri oleh Bapak Ns. Sudalhar, M.Kep selaku Ketua Stikes Muhammadiyah Bojonegoro, di moderatori oleh Ibu Afriza Umami, dan dihadiri oleh 2 pembicara yang sangat Inspiratif dengan berbagai prestasi yang sangat menggempar serta beasiswa-beasiswa yang di perolehnya yakni Dr. Muhammad Achirul Nanda sebagai Alumni awardee beasiswa PMDSU Institut Pertanian Bogor dan Joel Jordan Anzamar Sibarani sebagai penerima 3 beasiswa luar negeri.

Dalam webinar kali ini tema di angkat dari Era generasi milenial cerdas dan inspiratif Selain itu banyak anak muda yang mempunyai mimpi besar yang ingin di wujudkan. Salah satunya ingin melanjutkan studi baik di dalam maupun di luar negeri dengan Beasiswa. Maka dari itu STIKes Muhammadiyah Bojonegoro mengadakan webinar dengan tema “Tips Mendapatkan Beasiswa Sekolah Dalam dan Luar Negeri” agar para milenial mengetahui apa saja tips serta persyaratan yang akan di perlukan dalam melanjutkan dan mendapatkan beasiswa di dalam ataupun di luar negeri.

Dalam acara ini Bapak Ns. Sudalhar, M.Kep selaku ketua Stikes Muhammadiyah Bojonegoro memberikan sambutan mengenai beberapa beasiswa yang ada di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro. Yakni yang pertama beasiswa tersebut adalah beasiswa mahasiswa berprestasi dengan memberikan gratis UKT (Uang Kuliah Tunggal). Prestasi disini adalah prestasi akademik, akan tetapi beliau akan mengakomondir prestasi non-akademik juga terutama prestasi di bidang Enterpreneur, karena STIKes Muhammadiyah bojonegoro sangat mengembangkan jiwa entrepreneur dalam diri mahasiswa. Karena mengingat gaji bukan satu-satunya penghasilan akan tetapi profesi adalah bentuk pengabdian dan kepuasan jiwa. Kedua beasiswa selanjutnya adalah beasiswa persyarikatan untuk kader-kader Muhammadiyah dengan rekomendasi dari pimpinan cabang Muhammadiyah, pimpinan cabang Aisiyah serta ortom organisasi Muhammadiyah lainya. Ketiga, adalah Beasiswa dari pemerintah yang di kenal dengan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), dan yang paling spesial beliau menyebutkan beasiswa ini hanya ada di bojonegoro dan khusus warga bojonegoro yakni beasiswa tunjangan pembelajaran untuk tugas akhir yang di peruntukan mahasiswa semester akhir dalam melanjutkan pendidikanya. Selain itu ada juga beasiswa Scientis untuk mahasiswa bojonegoro yang masuk di Perguruan Tinggi Negeri dengan ilmu-ilmu Scientis. Dan saat ini STIKes Muhammadiyah Bojonegoro juga sedang berupaya agar Perguruan Tinggi Swasta termasuk STIKes Muhammadiyah Bojonegoro ini bisa mengakses beasiswa tersebut. Selanjutnya ada beasiswa satu desa dua sarjana bagi warga bojonegoro. Beliau menambahkan bahwa masih banyak beasiswa yang tersedia di STIKes Muhammadiyah Bojonegoro termasuk dosen atau mahasiswa yang menginginkan beasiswa ke luar negeri baik Study Exchange atau Double Degree juga akan di fasilitasi. Lanjut lagi beliau menyampaikan STIKes Muhammadiyah bojonegoro juga sering memberikan dispensasi kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan financial apalagi dalam situasi pandemic seperti ini, tentu hal ini juga merupakan sebuah fasilitas yang di berikan.

Pemateri yang pertama yaitu Dr. Muhammad Achirul Nanda memberikan pemaparan Diskusi tentang Beasiswa Pascasarjana dalam Negeri dengan memaparkan beberapa jenis beasiswa yang bisa di Apply oleh milenial saat ini, khususnya pada beasiswa yang beliau dapatkan yaitu beasiswa PMDSU, beliau menyampaikan bahwa Pendidikan pascasarjana sangat penting dalam sebuah negara karena di indonesia sendiri masih relative sedikit jumlah lulusan S3 di bandingkan dengan negara-negara tetangga lainya. Menyinggung pada tahun 2030-2040 Indonesia akan siklus demografi karena jumlah usia produktif lebih besar presentasenya dibandingkan dengan jumlah usia lanjut, tentunya hal ini perlu di persiapkan sejak saat ini. Selanjutnya pemateri kedua yaitu Joel Jordan Anzamar Sibarani memberikan beberapa pemaparan tentang Tips dan trik meraih 3 Awardee di masa pandemi. Joel menyebutkan ada beberapa rahasia yang harus di siapkan yakni doa,usaha dan strategi. Joel juga menyebutkan ada beberapa persyaratan seperti tes bahasa inggris yang menjadi hal penting, penyiapan dokumen-dokumen, tes wawancara dan lain sebagainya harus di siapkan dengan jauh hari dan matang minimal 6 bulan sebelumnya.

            Hal yang tidak kalah penting yakni STIKes Muhammadiyah Bojonegoro memiliki program terbaru di era pandemic seperti ini agar tetap produktif dengan menyampaikan beberapa informasi yang inspiratif dan bermanfaat. Program tersebut adalah BIGBAM (Bincang Bareng Maboro) yang di laksanakan rutin selama satu minggu sekali tepatnya pada hari selasa, dan MABAR (Maboro Webinar) acara yang lebih besar dari BIGBAM yang di laksanakan rutin setiap satu bulan sekali dengan tema yang berbeda-beda dan memberikan manfaat pada masyarakat di tengah pandemic seperti ini. Maka dari itu jika tidak ingin ketinggalan dengan tema-tema menarik dari acara-acara di atas. Subscribe channel youtube Stikes Muhammadiyah Bojonegoro,dan follow Instagram Stikes Maboro. //Meyke Tri Ananda Dewi

Tags
Tentang Penulis

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *